Di Kabupaten Nganjuk, KUD Budi Makmur Kecamatan Ngetos menjadi satu-satunya yang mendapatkan dana dari LPDB (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir) dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI pada tahun 2012 lalu. Data Dinaskop, Kabupaten tersebut jumlah KUD ada 20 KUD, dari jumlah tersebut, sebanyak 12 KUD yang bisa dikatakan masih aktif, yaitu melaksanakan usaha dan RAT secara tertib, sisanya bisa dibilang mati suri.

Dana bergulir sebesar Rp.200 juta itu untuk perkuatan modal di unit Simpan Pinjam. Menurut Sihat Rahardjo, ketua, saat ditemui Warta PJ dikantornya, sangat bersyukur dengan penambahan modal dana LPDB itu sehingga jangkauan penyaluran pinjaman kepada anggota semakin luas.

"Disamping itu, kami bangga karena KUD ini menjadi satu-satunya yang dipercaya penerima LPDB karena seingat saya yang mengajukan juga banyak. Berarti KUD saya dinilai sehat karena salah satu tolak ukur penilaian kan itu dan kebetulan sesuai dengan nama saya,"kelakarnya yang kebetulan nama lengkapnya Sihat Raharjo.

Unit Simpan Pinjam KUD Budi Makmur yang dikelola secara otonom adalah SP yang terintegrasi dengan Puskud Jatim sejak tahun 2007. Dilihat dari perkembangan modal penyertaan awal yang semula Rp.16.038.285, kini dalam kurun waktu lima tahun sudah menjadi Rp.75.035.285. Sungguh berkembangan yang lumayan bagus. Dari laporan keuangan pada neraca tahun 2012, terlihat jelas bahwa simpanan / tabungan anggota sebesar Rp.151 juta lebih.

"Ini yang terus kita sampaikan kepada karyawan agar kepercayaan anggota ini tidak disalah gunakan dan dijaga kepercayaan itu dengan menambah pelayanan anggota yang lebih baik,"ujarnya.

Sihat Rahardjo sadar betul bahwa pasca reformasi image koperasi di masyarakat berkurang akibat banyaknya masalah yang membelenggunya, seperti KUT macet dan beberapa kasus yang melibatkan pengurus koperasi. Mulai pulihnya kepercayaan anggota untuk berkoperasi ini-lah, lanjut Sihat, yang harus dijaga oleh pengurus dan pengelola usaha KUD.

Dana LPDB

LPDB menargetkan penyaluran dana bergulir kepada koperasi dan usaha mikro kecil menengah di Indonesia, pada tahun ini sebesar Rp1,9 triliun dengan jumlah penerima 109.157 UMKM melalui 7.678 mitra koperasi maupun non-koperasi . Sementara Penyalurkan dana bergulir pinjaman sejak 2008-Januari 2013 sebesar Rp2,7 triliun terhadap 1.813 koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

Selama ini dana bergulir lebih banyak diserap oleh koperasi simpan pinjam (70%), sedangkan UMKM (30%). Tahun ini UMKM diharapkan bisa 60% dan simpan-pinjam 40%, sehingga penyerapan tenaga kerja lebih banyak.

LPDB menjanjikan akan mempermudah penyaluran dana bergulir bagi koperasi dan UMKM, salah satunya operasional koperasi penyalur dana LPDB diperingan menjadi 1 tahun dari persyaratan sebelumnya minimal 2 tahun, serta bunga 6% per tahun untuk koperasi sektor riil dan 9% per tahun untuk koperasi simpan-pinjam.

Karena LPDB diberi amanat untuk mewujudkan program pemerintah di bidang pembiayaan KUMKM dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru serta pengentasan kemiskinan. Sampai dengan 31 Desember 2012 tahun lalu, telah terserap sebanyak 676.237 tenaga kerja.

Usaha KUD

Sementara usaha KUD Budi Makmur bisa dibilang masih cukup banyak pasca usaha program pemerintah ditiadakan. Beberapa usaha tersebut meliputi Simpan Pinjam, Penarikan Rekening Listrik, RMU, Pengadaan Pangan dan Unit Jasa. Susunan pengurusnya adalah Sihat Rahardjo (ketua), Aziz Tas Minto (sekretaris) dan Gunawan (bendahara). Dan jumlah anggotanya sebanyak 3.600 orang.