KUD Argopuro Kec. Krucil - Probolinggo Ekonomi Masyarakat Terangkat Berkat KUD an image

Jalan berkelok menuju lokasi KUD Argopuro Krucil Probolinggo, yang dipenuhi pepohonan, semak belukar yang sangat alami di lereng gunung, sejenak membuat kita mendecak kagum atas segala karunia Yang Maha Kuasa terhadap alam yang penuh pesona. Dilereng gunung itulah Koperasi Unit Desa Argopuro yang bergerak disektor sapi perah ini tinggal.

Memang kelihatannya berada di lokasi pegunungan jauh dari perkotaan, namun siapa sangka disana ada sebuah kegiatan usaha yang dalam perjalanannya mampu eksis dalam menjalankan roda ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa disekitarnya.

Sejak berdiri pada tahun 1980, dengan mengantongi badan hukum No.4612/BH/II/1980, yang disahkan pada tanggal 06 September 1996, KUD Argopuro telah banyak mengenyam asam garam dunia usaha, yang akrab dengan kerakyatan. Yang paling dominan dalam hal ini adalah usaha di bidang produksi susu, yang mampu menghasilkan susu 19 ton per hari. Memang pemasaran masih tertuju dalam satu titik, hanya ke IPS (industri pengolahan susu) PT.Nestle Kejayan Pasuruan, yang menyerap sebagian besar produksi susu, sebesar 95%, sedangkan sisanya (5%) ke penduduk sekitar desa Krucil.

Namun, jika dirunut kebelakang, tidak mudah bagi sebuah koperasi desa yang mampu mengajak masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha dibidang peternakan, khususnya sapi perah. Sampai saat ini peternak yang menjadi anggota KUD Argopuro meliputi 4 desa, yakni desa Bremi, Krucil, Tambelang, dan Kalianan, dengan total peternak sekitar 1.131 orang, mengingat berbagai kendala menghadang, diantraranya masalah pakan ternak.

Sistem yang diterapkan cukup sederhana. Namun, cukup efektif dan efisien, yakni dengan sistem pemberian kredit (subsidi) bagi peternak susu dalam memenuhi kebutuhan pakan bagi ternaknya. Pada akhir bulan kredit akan dikompensasi dengan hasil susu yang disetor ke KUD Argopuro.

Untuk meringankan para anggotanya, KUD Argopuro mendirikan unit produksi pakan ternak sendiri. Sekarang unit pakan ternak sudah mampu produksi sebesar 3,5 ton sekali proses, dengan jumlah jam produksi rata-rata adalah 8 jam per hari, atau dalam sehari mampu 4 kali proses.

Tidak ketinggalan KUD Argopuro dalam mengantisipasi perkembangan produksi susunya, telah melengkapi peralatan pendukungnya, telah mendapatkan bantuan dana bergulir dari Pemprop Jatim, yang berasal dari dana APBD dengan bunga yang relatif sangat “membantu”, yakni 6% per tahun.

KUD yang diketuai Supriyadi ini juga pernah mendapatkan bantuan peralatan produksi susu. Alat tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas produksi susu. Khususnya dalam hal kandungan bakteri yang menjadi tolok ukurnya. Disamping faktor-faktor seperti kebersihan kandang sapi, teknis pemerahan susu, maupun pembersihan bak penampungan susu, sangatlah besar pengaruhnya terhadap kandungan lemak susu itu sendiri.

Susu KUD Argopuro dengan binaan dari berbagai pihak, diantaranya dari pihak PT Nestle Indonesia (Kejayan) sendiri, mampu menghasilkan susu dengan grade I, dengan kandungan bakteri sekitar 1 juta per gram, yang mempunyai ketahanan sampai 7 jam per hari.

Disamping usaha susu yang masih menjadi primadona, tentunya masih ada usaha seperti simpan pinjam, kredit candak kulak (KCK), yang berjalan sampai saat ini dengan bunga relatif ringan, sebesar 2% per bulan, yang dapat diangsur secara mingguan, tanpa jaminan, atau dengan kata lain, jaminannya hanya kepercayaan.

Susunan pengurus : Ketua : Supriyadi, Sekretaris : Mujiono, Bendahara : Drs.Didik S, Pengawas : Koordinator : Gunadi, Anggota : Drs.Menot Budi S, Manager : Suloso.


Berita Lainnya