KUD Putra Linggo – Kota Probolinggo Jumlah Peternak Sapi Perah Terus Menurun an image

Peternak sapi perah di Jawa Timur dikhawatirkan jumlahnya akan terus berkurang seiring semakin tidak prospektifnya usaha susu sapi perah. Padahal, Jawa Timur menjadi pemasok 40 persen susu segar untuk konsumsi dalam negeri.

Direktur Peternak Sapi yang juga ketua KUD Putra Linggo di Gang Periksan Kota Probolinggo H. Parman memperkirakan jumlah peternak sapi perah di Jawa Timur khususnya di Kota Probolinggo akan terus menyusut. Kecenderungan itu terlihat melalui penurunan volume produksi susu tahun 2012 sekira 10-15 persen dari tahun sebelumnya.

Produksi susu tahun 2011 sebanyak 475.469 kg/hari, menurun menjadi 441.975 kg/hari tahun 2012. Angka tersebut didasarkan rata-rata produksi susu dari awal tahun sampai bulan September 2012. “Penurunan produksi susu akibat faktor cuaca, biasanya tidak lebih dari lima persen. Ini mengindikasikan adanya penurunan jumlah sapi dan peternak,” katanya kepada Warta PJ, belum lama ini.

Menurut dia turunnya jumlah peternak sapi perah di Jatim pada umumnya akibat sejumlah permasalahan yang tidak kunjung diselesaikan. Yang paling mengkhawatirkan tidak adanya kenaikan harga susu segar dari tingkat petani selama tiga tahun terakhir. Harga susu segar di tingkat petani antara Rp2.700 – 3.200 per liter.

Hanya sekitar lima persen susu segar dari petani yang dihargai Rp 3.200 per liter.Sisanya dijual ke Industri Pengolahan Susu (IPS) seharga Rp 2.700 per liter. “Sementara harga konsentrat sapi perah tahun 2008 sampai 2012 naik hampir 30 persen. Hal itu semakin membebani petani sapi perah,” ujarnya.

Pada tahun 2008 harga konsentrat sapi dipatok Rp1.500 per kg. Saat ini harganya mencapai Rp 2.200 per kg. H. Parman khawatir kondisi tersebut akan memaksa petani susu beralih profesi. Saat ini sebagian besar petani susu memilih bertahan lantaran tidak ada sumber pencaharian lainnya.

Direktur KUD Putra Linggo itu merencanakan akan memberikan bantuan sapi perah kepada setiap pemilik sapi perah yang ada di Kota Probolinggo, khususnya di Kecamatan Mayangan. Ribuan sapi perah akan dialurkan dalam waktu dekat. Bantuan tersebut ini dimaksudkan untuk menambah penghasilan masyarakat Mayangan yang mayoritas memelihara sapi perah.

H. Parman meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur merealisasikan program susu anak sekolah. Diharapkan program tersebut bisa menggenjot produksi susu lokal dan menaikkan harga jual susu dari petani. “Bila program tersebut terlaksana, kami optimis susu dalam negeri bisa terserap dengan harga yang lebih baik,” harapnya.


Berita Lainnya