KUD Sumber Agung Kec. Bareng – Jombang Mengembangkan Manisnya Bisnis Tebu an image

Sebagaimana kegiatan koperasi unit desa (KUD) pada umumnya, KUD Sumber Agung, Kec.Bareng, Kab. Jombang, dalam menjalankan kegiatan usaha memanfaatkan potensi lokal terutama komoditas pertanian. Soalnya, potensi usaha di bidang pertanian cukup besar, sehingga dapat meningkatkan omzet KUD sekaligus melayani anggotanya yang terdiri dari para petani.

Jenis unit usaha bidang pertanian yang ditangani KUD tersebut sesuai kebutuhan petani seperti penyaluran sarana produksi pertanian (pupuk), penggilingan padi, pemenuhan dana pinjaman. Akhir-akhir ini terdapat potensi usaha yang telah lama ditinggalkan dan kembali digeluti KUD Sumber Agung yakni budidaya dan tebang angkut tebu guna dipasok ke pabrik gula.

Di waktu lalu, KUD Sumber Agung merupakan salah satu KUD yang mendapatkan fasilitasi dari pemerintah untuk mendistribusikan pupuk dan menangani tebu rakyat intensifikasi (TRI). Setelah fasilitas program pemerintah dicabut, unit usaha itu pun terlepas sebab berlangsung persaingan bebas, sementara KUD belum siap berkompetisi dengan pelaku bisnis lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, KUD Sumber Agung telah mendapatkan kepercayaan dari lembaga perbankan berupa kredit budidaya tebu, sehingga KUD yang berdiri pada 1981 itu bangkit guna merasakan kembali 'manisnya' bisnis pertebuan.

Hal itu diakui oleh Sekretaris KUD Sumber Agung, Zainal Arifin, yang mengatakan bahwa pihaknya pada musim tanam tebu 2011 - 2012 membiayai tebu rakyat seluas 467 hektare, dengan memanfaatkan kucuran dana kredit senilai Rp1,3 miliar dari Bank BRI.

"Sejak awal Mei tahun ini petani mulai melakukan penebangan tebu untuk dipasok ke Pabrik Gula Tjoekir milik PT Perkebunan Nusantara X di Jombang," ujarnya saat ditemui Warta PJ di kantornya,belum lama ini.

Menurut Zainal, tebang angkut tebu itu ditangani kelompok tani, dimana KUD Sumber Agung memperoleh fee 1%. Unit usaha itu dirasakan cukup menguntungkan, dan KUD tersebut juga mendapatkan keuntungan lain dari penyaluran pupuk untuk tanaman tebu maupun padi berupa pupuk ZA, Phonska dan organik.

Karena itu, dalam musim tanam 2012-2013 pengurus KUD Sumber Agung berniat untuk memperluas penanganan tebu rakyat, karena unit usaha tersebut cukup menguntungkan.Pengembalian dana kredit dari bank cukup terjamin, karena dipotong sesudah petani memasukkan tebu ke pabrik gula.

Distributor Pupuk

Sekretaris KUD Sumber Agung, Zainal Arifin, mengatakan omzet terbesar dari koperasi tersebut masih bertumpu terhadap unit simpan pinjam (USP) yang tercatat Rp584 juta pada 2011, selanjutnya ppembayaran rekening listrik PLN sistem payment point online bank (PPOB) Rp54 juta.

Sedangkan volume usaha penggilingan padi mengalami penurunan, karena wilayah Kec. Bareng tahun lalu gagal panen akibat serangan hama tikus.

"Unit bisnis yang prospeknya bagus adalah penyaluran pupuk bersubsidi, maka kami telah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Jombang agar diupayakan menjadi distributor pupuk dari posisi kami saat ini hanya kios," ujarnya.

Pendistribusian pupuk bersubsidi diyakini mampu mendatangkan keuntungan cukup besar, mengingat areal persawahan di Kec. Bareng dan sekitarnya tergolong luas. Kebutuhan petani tanaman pangan maupun tanaman tebu terhadap sarana produksi pertanian itu pun cukup banyak. Menurut Zainal, di waktu lalu KUD diperankan pemerintah sebagai distributor pupuk bersubsidi, peran tersebut kemudian tidak dilakukan lagi seiring dicabutnya fasilitasi pemerintah.

Tetapi sejumlah KUD beberapa kabupaten di Jatim saat ini telah mampu menangani pendistribusian pupuk, dan KUD Sumber Agung merasa memenuhi prasyarat untuk kembali mendistribusikan pupuk bersubsidi.


Berita Lainnya