Peluang Bisnis SRG Bagi KUD an image

Meski sudah beroperasi sejak tahun 2008, pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) masih rendah. Akhir-akhir ini, Pemerintah gencar kampanye agar sistem resi gudang dapat dieskalasi lebih cepat. Dengan resi gudang, fluktuasi komoditas pangan diharapkan bisa ditekan sehingga inflasi lebih terkendali. Kebijakan pengembangan sistem resi gudang diberlakukan guna mengantisipasi harga jual tetap stabil dan terjaga. Diharapkan petani dapat meraup keuntungan ketika panen datang. Di Jawa Timur, kampanye sosialisasi sistem resi gudang sudah beberapa kali menggandeng Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai jembatan penghubung antara petani dengan pemerintah. Seperti, Di Acara Temu Usaha Puskud Seluruh Indonesia (Selindo) di Gedung Puskud Jatim dan Munas DPP PERPADI di Surabaya.

Pertanyaan yang sering muncul kenapa menggandeng KUD dirasa tepat ? Salah satu alasannya adalah sejarah telah membuktikan bahwa kita pernah swasembada pangan dan KUD punya adil yang cukup besar. Alasan berikutnya, keanggotaan KUD yang bergerak di sektor pangan sudah bisa dipastikan para petani. Pada umumnya, KUD telah memiliki gudang dan lantai jemur. Kalau toh banyak yang rusak disana sini karena sejak usaha program pemerintah dihentikan itu menyebabkan tidak sedikit gudang KUD yang berubah mangkrak.

Sehingga pembangunan gudang untuk resi gudang dirasa lebih efektif dan efesien bilamana pemerintah kembali menghidupkan kerjasama dengan KUD, selain tidak membutuhkan biaya yang tinggi (hanya perlu biaya perbaikan) dan jaringan antar KUD yang telah terbentuk bisa dimaksimalkan. Bagaimana dengan peluang KUD terkait dengan Sistem Resi Gudang ini ? Simak liputan berikut ini.

berita lebih lengkapnya bisa anda unduh di warta digital edisi januari-maret 2014


Berita Lainnya