KUD Batu : Dirikan Pabrik Susu Bila Pemkot Mendukung

Koperasi Unit Desa (KU) Batu, Kota Batu, Jawa Timur, memungkinkan untuk mendirikan pabrik susu sendiri, menyusul besarnya potensi yang dimiliki. Saat ini KUD Batu telah mampu memproduksi susu pasteurisasi dalam bentuk cup dan botol yang laris, ditunjang dengan gerai, dan menjadi salah satu destinasi kuliner bagi wisatawan saat berlibur ke Kota Batu.

H.Ismail Hasan, Ketua KUD Batu, mengatakan saat kapasitas produksi untuk susu pasteurisasi tersebut mencapai 1,5-2 ton per hari. Jumlah tersebut diambil dari total produksi susu yang berasal dari peternak sebanyak 16-17 ton per hari.

"Kita memang berobsesi untuk memiliki pabrik sendiri, karena jika hanya bergantung pada industri pengolahan susu (IPS) harga beli susu hanya begitu-begitu saja. Hanya saja kendalanya menyangkut pembiayaan yang besar untuk mendirikan sebuah pabrik," kata Ismail Hasan kepada Warta PJ di kediamannnya.

Untuk membangun sebuah pabrik susu, KUD Batu membutuhkan anggaran tak kurang dari Rp. 100 miliar. Sementara untuk mencapai ke arah itu KUD Batu mengaku belum memiliki cukup modal. Karena itu saat ini KUD Batu memilih untuk meningkatkan kapasitas produksi susu pasteurisasi miliknya dari 1,5-2 ton per hari menjadi 3-4 ton per hari.

Untuk mendirikan pabrik susu, sebetulnya KUD Batu bisa asalkan dengan catatan adanya peran dari Pemkot Batu. “Misalnya melalui program susu masuk sekolah yang disupport dana dari APBD. Jika program tersebut bisa digelar secara rutin dan berkesinambungan maka KUD Batu bisa meningkatkan kapasitas produksi dan pasarnya sudah jelas sehingga bisa mendukung ke arah pendirian pabrik," jelas dia.

Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu, mengatakan KUD Batu telah menjadi salah satu penyokong ekonomi masyarakat Batu. Pemkot sendiri memberi apresiasi positif atas peran KUD Batu dalam menopang perekonomian masyarakat Kota Batu selama ini.

"Pemkot memberikan apresiasi kepada KUD Batu terkait perannya dalam ikut mendukung visi dan misi Kota Batu. Hal ini karena KUD Batu berperan penting dalam olah lanjut hasil peternakan masyarakat Batu yang pada lima tahun terakhir merupakan sasaran pencapaian visi dan misi Pemkot Batu," ujar Punjul.

Mengingat peran pentingnya KUD Batu tersebut pemkot menyatakan akan membantu dengan mengalokasikan dana pembinaan melalui APBD 2014. Sementara Ir.H.Sulistiyanto, Ketua Bidang Usaha Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur, mengatakan KUD Batu berpotensi besar untuk memiliki pabrik susu sendiri.


Berita Lainnya