PUSKUD JATIM Komitmen Bentuk Usaha Jaringan

Keberhasilan usaha PUSKUD JATIM adalah keberhasilan bersama KUD Anggota. Ini menunjukkan, apabila KUD secara bersama-sama dan komitmen, utamanya dalam membentuk usaha jaringan. Bila ini terwujud maka akan menjadi suatu kekuatan ekonomi yang sangat besar dan patut diperhitungkan bagi pelaku ekonomi lainnya.

SENTILAN bernada harapan ini disampaikan Drs.H.Mardjito GA., Ketua Umum, di depan peserta RAT ke 40 PUSKUD JATIM tutup buku 2014. Menurutnya, masih ada beberapa KUD anggotanya yang masih mendua dalam melakukan kemitraan usaha, seperti pada usaha PPO (Payment Point Online) antara Puskud Jatim dengan KUD, yang selama ini Puskud Jatim telah mengadakan kerjasama dengan PT. Manakarsa sebagai switcher, namun KUD masih ada yang mendua.

"Saya minta untuk KUD yang mendua di usaha PPO segera mengakhiri. Ini guna untuk membentuk usaha jaringan yang kuat dan disegani dimasa akan datang,"tegasnya.

Mardjito heran dengan sikap mendua KUD itu, karena fee PPO yang diterima KUD selama ini lebih besar bila dibandingkan dengan switcher lainnya. Meski demikian, Puskud Jatim masih cukup bangga dengan jumlah pelanggan yang dilayani di Jawa Timur, colektor agen PPO masih nomor satu dengan jumlah sekitar 2 juta lebih anggota yang terlayani.

PUSKUD JATIM dalam kesempatan itu juga memberikankan penghargaan kepada 5 KUD Terbaik di usaha PPO dan 3 KUD Terbaik di USP Terintegrasi. Untuk Terbaik PPO kepada 5 KUD, yaitu Terbaik I diraih KUD Sumber Panca Usaha Pandaan- Pasuruan, Terbaik II KUD Sumberrejo Sukorejo Pasuruan, Terbaik III KUD Gondanglegi Kabupaten Malang, Terbaik IV KUD Kodya Kota Madiun dan Terbaik V KUD Dampit Kabupaten Malang. Sedangkan tiga USP KUD Terintegrasi Terbaik, yaitu tiga tahun bertutut-tutut juara I dipegang oleh KUD Tani Mulya Kabupaten Mojokerto, Juara II KUD Sinar Baru Bojonegoro dan Juara III KUD Suka Maju Kabupaten Sidoarjo.

Pak Mar, demikian nama bisa dipanggilnya, berkomitmen bahwa PUSKUD JATIM tetap akan mencari terobosan usaha yang bisa disinergikan dengan KUD anggotannya, meski tidak mudah. Usaha-Usaha yang dibangun oleh Puskud Jatim diharapkan usaha yang memberikan manfaat dan memberikan kontribusi pada kesejahteraan anggota.

"Keberhasilan ini adalah Komitmen yang harus terus dipegang teguh, baik oleh Puskud Jatim maupun KUD sebagai anggota. Komitmen untuk bersama-sama membesarkan dan mengembangkan KUD yang kita cintai ini,"ujarnya.

Pak Mar mengakui bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang selama ini senantiasa sangat peduli dan mendukung terhadap program-program KUD di Jawa Timur, agar tetap eksis dan berperan dalam pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

"Tentunya kami masih terus berharap kepada pemerintah provinsi dan pusat, untuk masa akan dating dapat memberikan kesempatan dan peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan KUD, untuk berperan serta dalam membangun dan mengembangkan perekonomian di Jawa Timur,”katanya.

Pak Mar tidak menampik bahwa Puskud Jatim tidak mudah menciptakan usaha yang terintegrasi dengan para anggotanya. Sehingga diperlukan suatu jaringan dan IT yang memadai. Untuk itu, Puskud Jatim terus mengupayakan pengembangan IT, agar dapat melayani usaha-usaha yang berbasis jaringan IT dengan melibatkan KUD anggota se-Jawa Timur.

Puskud Jatim sampai dengan tahun 2014, jumlah anggotanya sebanyak 702 KUD dan jumlah assetnya mengalami kenaikan sebesar 3,81 % dari Rp.83,644 milyar lebih menjadi Rp.86,855 milyar. Adapun pencapaian SHU sebesar Rp.2,337 milyar atau naik sebesar 5,09%.


Berita Lainnya