Ketua KUD jadi BUPATI an image

Pada pemilu 2004 silam, gerakan koperasi di Jawa Timur juga berhasil mengantarkan Ketua Umum Puskud Jatim, Drs.H.Mardjito GA.,MM, menjadi Senator/ anggota DPD RI Perwakilan Propinsi Jawa Timur. Ini menunjukan akar rumput (grossroad) gerakan koperasi di Jawa Timur tidak bisa dipandang sebelah mata.

H.Amin ketika menjabat Wakil Bupati termasuk pejabat yang low profil. Rumahnya cukup sederhana,tanpa ada pagar yang mengelilinginya, hanya mobil dinas plat merah yang membedakan. Di sela-sela menerima kunjungan rombongan keluarga besar Puskud Jatim, yang terdiri dari Pengurus, Pengawas, Staf Ahli Pengurus dan Direksi ini, H. Amin kepada Warta PJ mengatakan tentang pitutur hidup, bahwa manusia itu harus nrimo ing pandum ngenteni gumilire gumantine kodrat. Menjadi Bupati bagi H.Amin, jauh dari angan-angannya karena menyadari betul tidak memiliki biaya, yang ia miliki hanya banyak teman karena seringnya bersilaturrohmi ke masyarakat selama menjabat Wakil Bupati.

Dalam sehari, H.Amin bisa menghadiri tiga sampai empat undangan yang bersifat in-formal, seperti sunatan, mantenan, jagong bayi, pengajian dan lainnya. Sejauh ada waktu, kata Kepala Perwakilan Puskud Jatim itu, tidak pilih-pilih menghadiri undangan, meski yang mengundang orang kecil sekalipun.

"Hubungan antar manusia itu, kalau saya menyampaikan pada masyarakat, bahwa wong iku yen srawung karo wong, ojo mbedak'ke duwur endeke drajat, ojo mbedak'ke akeh titike bondo, Sing duwe pangkat lan doyo di sembah-sembah tapi wong mlarat di siyo-siyo. Ini yang sering kita lihat,"tuturnya.

Resepnya bisa terpilih menjadi Bupati, lanjut H. Amin, kalau ketemu orang toto lahire harus grapyak semanak andap asor, sopan santun. Yen pethuk wong, mesemo, manthuko yen cedak salamano, ojo sampe kedisi'an.

"Ketika saya Wakil Bupati sudah saya praktekkan. Mulai dari rumah ketika didalam mobil, sopir saya selalu saya minta untuk menghidupkan lampu sign dan kaca mobil terbuka. Turun dari mobil, disambut Satpol PP dengan hormat dan saya langsung salami mereka. Belum pernah sehari-pun saya tidak menyalami Satpol PP"ujarnya.

Menjadi pemimpin harus mau menjadi pelayan masyarakat, bukan malah minta dilayani. "Dan ojo menjadi pejabat sing loro untu, ketemu bawahan ulate petutat petutut. Elingo sopo sing adigang adigung. bakal lebur dining pangastuti".

Dalam falsafah hidup H. Amin, musuh satu kelebihan tapi saudara seribu masih kurang. Jangan suka membedakan, "Opo wong iku ora duwe bondo, utowo wong edan sekalipun. Orang gila itu perlu dimesak'ke, sopo wong sing gelem gila lan ora enek wong gila kok di gawe-gawe. "

Ia sudah mempraktekkan, ada orang gila yang dirumahnya, ikut H.Amin sudah 17 tahun. Ia tidak pernah nggetak, nguneni. "Kita tidak boleh siyo-siyo marang sak podho-podho, meskipun mereka punya kekurang warasan. Justru, awake dewe kudu mesak'ke. Kita harus perlakukan dengan baik, saya kasih motivasi, kita bangkitkan semangatnya, kita berikan harapan hidupnya, kita sayangi, dan Alhamdulillah mereka sekarang sudah sembuh,"ujarnya.

Di dalam rumah tangganya-pun, masalah makan belum pernah membedakan antara yang dia makan dengan yang dimakan pembantu-pembantunya. Tempat makannya juga tidak pernah dipisah. "Kalau saya makan tempe, pembantu saya juga makan tempe. "Yen sing mangan disek pembantu, tolong aku sisihno tapi yen disek aku pasti tak turahi. Aku ora gengsi mangan turahanepembantu,"jelasnya.

Ini sudah tertanam sejak dulu. "Alhamdulillah sifat saya ini sama dengan sifat istri saya. Istri saya ini tidak tega kalau melihat orang kesusahan, masalah makan sedangkan kita merasa kelebihan. Bojoku paling rajin weneh-weneh meski hanya sepotong kue. Saya tidak kolu yen duwe panganan diumpetake'.

"Pitutur wong tuo disek, ojo mikir dino dek wingi ndak ggilani, ojo mikir dino sesok ndak medeni, becik mikiro dino saiki piro-piro bejo soko sing kuwoso. Contoh lagi, pitutur poro leluhur lewat dandang gula, pawedare prowerdho ing uni, becik dadio paugeran, bagio mulyo kang ginayuh, duweo gegebengan telung perkoro, yaitu eleng, sabar lan narimo. Eleng awoh kaslametan, sabar akeh mitro darmi dan narimo oleh katentreman. Pitutur niki nak diuraikan lebih dua jam," pungkasnya mengakhiri. Fathoni

an image
Berita Lainnya